“Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur DKI Jakarta 2025 di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Acara ini diikuti oleh 2.672 peserta dari berbagai kategori usia sebagai upaya pelestarian budaya dan pembinaan atlet berprestasi”.
Jakarta, [ MNRTV News ] Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur DKI Jakarta 2025 di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (24/2).
Ia menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus mencetak atlet berprestasi yang dapat membawa nama Jakarta dan Indonesia ke panggung dunia.
“Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga bagian dari identitas bangsa. Kejuaraan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus membangun karakter melalui sportivitas,” ujar Rano.
Sebagai seni bela diri yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2019, pencak silat bukan hanya tentang teknik bertarung, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, pengendalian diri, dan keharmonisan dengan lingkungan.
Rano menekankan bahwa di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, budaya lokal harus tetap dijaga agar tidak tergerus zaman.
Dukungan Penuh untuk Atlet Muda
Kejuaraan ini diikuti oleh 2.672 peserta dari tingkat pelajar, remaja, hingga dewasa, mewakili lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Rano berharap ajang ini dapat menjadi langkah awal dalam melahirkan atlet-atlet unggul yang siap berlaga di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya mendukung penuh kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus pelestarian budaya. DKI Jakarta harus mampu melahirkan pesilat-pesilat hebat yang bisa bersaing di kompetisi global, bahkan di Olimpiade 2036,” tegasnya.
Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) DKI Jakarta, Munjirin, juga menyampaikan harapannya agar kejuaraan ini dapat menjadi agenda tahunan.
Ia menekankan pentingnya sportivitas serta menjaga nilai-nilai luhur pencak silat dalam setiap pertandingan.
“Kami ingin mencetak atlet yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran dan persaudaraan. Pencak silat adalah seni bela diri yang penuh dengan nilai kekeluargaan, dan itu harus tetap dijaga,” ujar Munjirin.
Kejuaraan Pencak Silat Piala Gubernur DKI Jakarta 2025 diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pengembangan pencak silat, sekaligus mengangkat citra seni bela diri ini ke level internasional. (DdG/Yd)