Jakarta, [ MNRTV News ] Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Counter Polri, R. Mas Agus Rugiarto Flores, SH, menyoroti fenomena di tubuh Polri yang dinilainya tidak berjalan efektif.
Menurutnya, jika Kapolri harus turun tangan dalam menangani berbagai permasalahan di masyarakat, itu menjadi indikasi bahwa anggota di lapangan tidak bekerja dengan baik.
“Seharusnya Kapolri cukup mengawasi dari atas. Kalau beliau turun langsung, artinya ada yang tidak beres dengan kinerja anggotanya,” ujar Agus saat kunjungan ke Jawa Timur, Senin (24/2).
Agus menilai banyaknya masalah yang mencoreng nama baik Polri disebabkan oleh oknum yang tidak serius dalam menjalankan tugasnya. Beberapa persoalan yang disoroti antara lain:
- Minimnya respon cepat terhadap keluhan masyarakat.
- Anggota yang sulit dikritik dan cenderung alergi terhadap masukan publik.
- Kurangnya keterlibatan aktif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, termasuk di media sosial.
- Rendahnya kepedulian terhadap ulama dan tokoh agama.
- Kasus rakyat kecil yang terjerat hukum meski hanya perkara sepele.
- Tidak becus dalam menangani persoalan lingkungan.
- Adanya praktik pungli dalam berbagai layanan kepolisian.
Menurut Agus, kondisi ini membalik peran kepemimpinan dalam institusi Polri. “Seharusnya anak buah bekerja dengan maksimal menjalankan program Kapolri, bukan malah membuat Kapolri yang turun tangan langsung. Ini seperti pemimpin jadi anak buah, dan anak buah jadi bos,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program Kapolri, FRN berkomitmen untuk terus membantu dalam mempercepat respons kepolisian terhadap keluhan masyarakat, membangun komunikasi yang baik di media sosial, serta memperkuat sinergi antara Polri dan ulama.
“Kalau ada anggota yang tidak patuh, tidak mendukung program pimpinan, dan malah mencoreng nama baik institusi, ya sebaiknya langsung dimutasi saja,” pungkasnya.
(Rilis FRN)