Bekasi, [ MNRTV News ] Komandan Korem (Danrem) 051/Wijayakarta (Wkt), Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Pojok 3R Jatisari di Komplek Bumi Dirgantara Permai, Jatiasih, Kota Bekasi. Kamis (20/2/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung inovasi pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle (3R) yang telah diterapkan di lokasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Brigjen Nugroho didampingi oleh Kasdim 0507/Bekasi Letkol Czi Erlangga Gasing, S.Hub.Int., serta sejumlah pejabat daerah.
Ia melihat langsung proses pengolahan sampah yang dipimpin oleh Bapak Udi, pengelola TPS Pojok 3R RW 09, yang telah berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas.
Mendorong Kota Bekasi Menuju Zero Waste
Selain meninjau fasilitas pengolahan sampah, Brigjen Nugroho juga menggelar diskusi bersama PT Rizqi Semesta dan tokoh masyarakat. Dalam diskusi tersebut, ia menegaskan bahwa inovasi di TPS Jatisari dapat menjadi model pengelolaan sampah nasional dan akan dilaporkan kepada Pangdam, Kasad, Panglima TNI, hingga Presiden RI.
“Keberhasilan TPS Jatisari membuktikan bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ini adalah langkah nyata menuju konsep Zero Waste yang harus diperluas ke seluruh Indonesia,” ujar Brigjen TNI Nugroho.
Perwakilan PT Rizqi Semesta, Sandy, mengungkapkan bahwa konsep pengelolaan sampah ini juga sedang dikembangkan di Kota Depok dengan skala yang lebih besar. Proyek tersebut mencakup lahan BLBI seluas 40 hektare dengan kapasitas pengolahan mencapai 50 ton sampah per hari.
Kolaborasi untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Mayor Inf Sanusi DF (Danramil 04/Jatiasih), Agus Sucipto (Lurah Jatisari), Moh. Ilham (Kasipem Kelurahan Jatisari), serta Bapak M. Sandi Chandra Perdana (ahli teknologi pengolahan sampah).
Melalui inovasi di TPS 3R Jatisari, Kota Bekasi semakin menunjukkan komitmennya dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.