Jakarta, [ MNRTV News ] Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan DPRD DKI Jakarta memprioritaskan realisasi program sekolah gratis bagi sekolah negeri maupun swasta. Langkah ini sejalan dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yudha Permana, menegaskan bahwa revisi Perda tersebut akan menjadi landasan hukum yang kuat untuk mewujudkan Program Sekolah Gratis bagi seluruh siswa di Jakarta.
Dengan kebijakan ini, hak pendidikan 12 tahun bagi siswa dapat terpenuhi secara merata.
“Pansus ini fokus memastikan seluruh anak di Jakarta mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Yudha usai menghadiri Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (18/2).
Pendidikan Gratis dan Sistem yang Lebih Adil
Yudha menekankan bahwa Pansus DPRD DKI Jakarta tidak hanya membahas pendidikan gratis, tetapi juga memastikan sistem pendidikan di Jakarta berjalan optimal. Selama ini, bantuan sosial (bansos) pendidikan dinilai belum merata dan sering kali tidak tepat sasaran.
Sebagai solusi, mekanisme sekolah gratis akan memastikan keluarga kurang mampu dapat menikmati fasilitas pendidikan secara penuh, baik di sekolah negeri maupun swasta. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terbebani biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang pembangunan gedung, maupun kebutuhan pendidikan lainnya.
“Fokusnya adalah agar siswa bisa belajar dengan baik, memperoleh ilmu, dan mendapatkan asupan makanan bergizi,” tegas Yudha.
Mewujudkan Pendidikan Tanpa Ketimpangan Sosial
Melalui Pansus Pendidikan, Yudha berharap Program Sekolah Gratis dapat segera terwujud pada 2025. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan ketimpangan sosial, sehingga seluruh siswa memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.
“Jika program ini tidak segera dilaksanakan, sistem pendidikan di Jakarta bisa terganggu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yudha menambahkan bahwa pendidikan yang terjamin akan menciptakan ketenangan bagi warga Jakarta. “Kami ingin semua warga Jakarta hidup dengan tenang. Anak-anak mereka bisa sekolah dan mendapatkan asupan gizi yang cukup tanpa kekhawatiran biaya,” pungkasnya. (DdG/Yd)