Jakarta, [ MNRTV News ] Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan inklusif. Pj. Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, meresmikan Taman Pelataran Timoer serta Sekolah Lansia Pintar (SSP) di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (13/2).
Acara ini turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji.
Dalam peresmian tersebut, Pj. Gubernur Teguh memanen hasil kebun hidroponik bersama Plt. Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah. Mereka memetik cabai rawit, jagung, selada air, serta sayuran lain yang dibudidayakan secara hidroponik.
Pelataran Timoer, yang memiliki luas 2.080 m², kini hadir dengan berbagai fasilitas, seperti taman hijau, co-working space, area pertanian, kolam, kafe difabel, plaza komunal, rumah kaca, vertical garden, dan saung.
“Kami ingin menjadikan taman ini sebagai ruang yang lebih hijau dan nyaman. Pelataran ini bukan hanya sekadar taman biasa, tetapi telah diperbaiki agar lebih layak dan fungsional. Kami juga mengintegrasikan kafe difabel yang dikelola oleh teman-teman difabel sebagai barista. Ini bisa menjadi tempat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk bersantai, berdiskusi, dan mencari inspirasi,” ujar Pj. Gubernur Teguh.
Selain pengembangan ruang hijau, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan Sekolah Lansia Pintar (SSP) di 65 kelurahan Jakarta Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup para lansia melalui pendekatan yang cerdas, sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Pj. Gubernur Teguh menekankan pentingnya peran lansia dalam masyarakat.
“Para lansia memiliki kebijaksanaan dan pengalaman berharga. Kami ingin memastikan mereka tetap sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemberdayaan lansia di Jakarta,” jelasnya.
Sekolah Lansia Pintar menawarkan kurikulum berbasis digital yang mudah diakses dan dirancang untuk meningkatkan literasi digital bagi lansia. Plt. Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan angka harapan hidup lansia melalui pembelajaran yang menyeluruh.
“Metode pembelajaran di sekolah lansia ini mengacu pada tujuh dimensi lansia tangguh yang mencakup aspek kesehatan, kemandirian, dan kesejahteraan. Kami juga menyertakan sesi pemeriksaan kesehatan rutin serta materi yang membantu lansia tetap mandiri dan bermartabat,” ungkapnya.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, turut mengapresiasi langkah Pemprov DKI dalam menghadirkan sekolah lansia. Menurutnya, inisiatif ini selaras dengan program nasional Lansia Berdaya yang bertujuan memberikan aktivitas produktif bagi lansia dalam menghadapi fenomena aging population.
“Saat ini, populasi lansia di Indonesia yang berusia di atas 60 tahun mencapai 11,7%. Dengan meningkatnya angka harapan hidup hingga 74,3 tahun, pemerintah harus hadir untuk memastikan para lansia tetap berdaya dan memiliki ruang untuk berkembang,” kata Menteri Wihaji.
Ia juga mengapresiasi pendekatan hybrid dalam pembelajaran di sekolah lansia ini, yang memungkinkan lansia mendapatkan akses pendidikan baik secara langsung maupun digital.
Dengan hadirnya taman hijau dan sekolah lansia ini, Pemprov DKI Jakarta semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang ramah bagi semua generasi. Jakarta bukan hanya menjadi kota global, tetapi juga tempat yang nyaman dan inklusif bagi seluruh warganya, termasuk lansia.
DdG/Yd