Bekasi, [ MNRTV News ] Pelantikan kepengurusan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) masa jabatan 2024-2026 yang digelar di halaman PABU Foundation, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (31/10/2024).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk anggota DPRD Kota Bekasi Ahmadi Madong, Pembina PABU Foundation H. Qodiran, Kanit Binmas AKP Amirudin yang mewakili Kapolsek Jatiasih Kompol Danu Mega Winanto, Kasikesos Kecamatan Jatiasih H. Idris yang mewakili Camat Jatiasih, Kasikesos Kelurahan Jatirasa Mufrodi, Kasikesos Kelurahan Jatiasih Rina Purwanti, Kasikesos Kelurahan Jatiluhur Marti Hartati, Kasikesos Kelurahan Jatikramat Rama Ramdani Saputra, Ketua RW 02 Abdillah, Ketua RT 03 Sahroni dan Ketua PSM Jatikramat Ngadiran.
Dalam sambutannya, Ahmadi Madong menyampaikan harapan dan apresiasinya atas pelantikan kepengurusan PATBM di wilayah Kecamatan Jatiasih.
“Alhamdulillah, di pagi hari ini kita dapat berkumpul untuk menyaksikan pelantikan tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat,” ujar Madong.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ke depannya PATBM dapat memberikan manfaat, khususnya dalam menangani permasalahan terkait anak di Kecamatan Jatiasih,” menambahkan.
Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Jatiasih, AKP Amirudin, mengingatkan pentingnya program perlindungan anak mengingat meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekitar maupun secara nasional.
“Tahun 2024 ini, tercatat sudah ada 15.246 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Jumlah ini sangat memprihatinkan dan terus meningkat,” ungkap Amirudin,” dikutip MNRTV News, Kamis (31/10).
Ia menambahkan bahwa sebagai orang tua, pendidik, dan anggota masyarakat, diperlukan introspeksi dan upaya bersama untuk menekan angka kekerasan terhadap anak.
“Undang-Undang Perlindungan Anak juga telah mengalami beberapa perubahan dalam periode 2017–2026, dengan penyesuaian pasal-pasal untuk menguatkan perlindungan bagi anak-anak. Kami berharap, dengan adanya dukungan PATBM di Kecamatan Jatiasih, kasus kekerasan terhadap anak dapat diminimalkan,” tambahnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
(Antoni)