Jakarta, [ MNRTV News ] Lima bulan lalu bulan April 2024 dari Vatikan mengumumkan tentang Paus Fransiskus Apostolik, berencana akan melawat ke Indonesia dan dipersiapkan oleh Kedubes Vatikan di Indonesia mempersiapkan segala yang dibutuhkan menyambut Paus.
Satu permintaan disampaikan dari Takhta Suci Vatikan, saat Paus berkunjung ke Indonesia yakni, Tidak ada sambutan dan fasilitas bermewah-mewahan.
Uskup Anton Subianto mengatakan Nuntink berkali-kali menyampaikan, bahwa Paus menolak hal yang eksklusif. Nuntio Apostolik sudah berkomunikasi ke Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai panitia penyelenggara perjalanan kerasulan Paus.
Soal tempat tinggal Paus meminta agar panitia menyiapkan kamar untuk istirahatnya tapi tidak mewah.
“Paus akan tinggal di Kedubes Vatikan di Indonesia. Disana ada satu kamar yang disiapkan. Kamarnya biasa sederhana, tapi bersih.” Kata Anton dikutip MNRTV News Rabu (4/9/2024).
Sebaliknya yang dilakukan panitia kunjungan di Indonesia berencana menyiapkan kamar yang berfasilitas President suites untuk Paus. Fasilitas tersebut disetarakan dengan kunjungan kepala negara. Tetapi Dakhts Suci menolaknya, karena Paus meminta untuk tinggal di Kedubes Vatikan di Indonesia.
Kamar tersebut terdiri dua ruangan yang didalamnya ada kasur berukuran. 160×200, tersedia meja dan kursi, tabernakel, perangkat ibadah umat Katolik berukuran 30-40 sentimeter, dan papan. Uskup Anton sudah melihat kamar yang disiapkan untuk Paus.
Selain itu Paus Fransiskus juga menolak menggunakan fasilitas mobil kepresidenan seperti Mercedes Bendz. Justru Paus meminta mobil yang digunakan masyarakat Jakarta sehari-hari.
Anton juga mengatakan Nuntio Apostolik menyiapkan dua mobil bermerek Kijang Innova. “Satu untuk cadangan,” kata Anton.
PT. Pindad menyiapkan kendaraan untuk Paus, ia akan menaiki mobil Jeep terbuka untuk berkeliling di Arena Gelora Bung Karno. Menyapa umat Katolik dalam misa besar di GBK.
Soal makan, tidak ada permintaan khusus Paus Fransiskus kepada panitia Indonesia. Koki di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia menyiapkan makanan Paus selama di Indonesia. “Paus hanya minta makanan yang biasa dia makan, makanan Italia,” kata Anton.
(Rizki Traka)