Jakarta, [ MNRTV News ] Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur (YDK-JT) beralamat di Jl. Tambun Rengas RT 016 RW 001 Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur.
Melalui program semarak HUT RI ke 79, mengusung tema ‘Generasi Penerus Generasi Cinta Negeri’ sebagaimana tahun – tahun sebelumnya YDK-JT ikut serta dalam meriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Tentu rasa syukur kepada Allah, juga kita ucapan terimakasih kepada para pejuang, yang telah menumpahkan darah perjuangannya. Baik pikiran, jiwa dan hartanya untuk merebut kemerdekaan dari penjajah.” Kata Wahyudin menyampaikan sambutannya, dikutip MNRTV News, Minggu (18/8/2024) sore.
“Untuk itu kita mengadakan lomba, ada kegiatan perlombaan Agustusan ini, salah satunya adalah bagaimana kita meningkatkan rasa syukur kita.”
Ada dua jenis kategori lomba, pertama lomba sebagai hiburan dan kedua lomba yang sifatnya edukasi. Dua lomba ini, ada unsur – unsur yang harus disikapi oleh peserta lomba.
Didalam lomba hiburan anak – anak harus berkompetisi secara sportif. Dilomba hiburan, ada secara sifatnya pribadi, dan secara berkelompok. Secara pribadi harus menunjukkan semangat daya juang. Seperti para pejuang dulu merebut kemerdekaan.
Semangat itu perlu ditanamkan kepada diri anak – anak dalam melaksanakan perlombaan ini. Bagaimana untuk menjadi seorang pemenang, semangat itu yang perlu ditumbuhkan sebagai pemenang dalam berbagai kehidupan.
“Semangat ini perlu dijawab oleh para peserta, mengapa? Karena disitu akan tumbuh rasa kepercayaan diri kalian.” Tegas Wahyudin.
Dan yang kedua, selain daya juang peserta harus sportif. Kalo yang namanya lomba tidak mungkin menang semuanya, pasti ada yang kalah. Kalah harus terima sebagai bahan pelajaran untuk selanjutnya. Tidak mungkin kalah semuanya, tidak mungkin menang semuanya pasti ada yang kalah. Yang kalah sebagai pembelajaran untuk berikutnya dan yang menang dipertahankan, terus ditingkatkan.
Wahyudin juga menyampaikan pesan kepada peserta lomba kepada anak – anak binaan.
“Nah ini jiwa sportif jangan kalah, lalu kesel sama temen – temannya. Itu ga sportif, karena bapak tidak mengajarkan seperti itu ya? Kalau menang tingkatkan kalau kalah ya sudah. Mudah – mudahan kalian bisa menemukan kelemahan – kelemahan yang ada dalam diri kalian.”
Selanjutnya diadakan hiburan pertim, dalam tim ini harus kerjasama, tidak boleh menang sendiri dan jangan merasa kuat dan pinter sendiri. Karena tidak bisa berlomba secara kelompok tapi tidak kerjasama. Maka harus diskusi dan terbuka, karena itu disebut permainan tim bagaimana supaya menang, jadi harus kerjasama.
Dalam permainan lomba sarat dengan pendidikan bukan sekedar hiburan yang tidak terarah, namun disitu justru agar semangat peserta menjadi jiwa yang sportif. Dan selain itu ada permainan edukasi dalam permainan ini yang sifatnya skill atau keahlian.
Selama di Yayasan anak – anak dibina bersama guru pembimbing, dibimbing dari segi pendidikan agama maupun segi pendidikan umum, maka akan diuji dalam perlombaan Agustusan ini. Dan ini termasuk salah satu pelajaran, tentu merupakan edukasi bagi anak – anak binaan. Sehingga disaat belajar mereka itu serius. Semisal belajar bimbel atau belajar TPQ, ternyata itu dilombakan.
Hal senada juga disampaikan Ida Widyawati S.M selaku ketua pelaksana panitia lomba 17 Agustus HUT Kemerdekaan RI ke 79.
“Persiapan yang dilakukan kami bersama sahabat – sahabat milenial Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur, diawali Rapat pembentukan tugas tanggung jawab dan jenis – jenis tehnik lomba, susunan acara, mulai pelepasan balon sampai dengan penutup pembagian hadiah.”
Salah satunya mengajak anak – anak binaan YDK-JT, ikut memperingati Kemerdekaan 17 Agustus, dimana lomba ini anak – anak banyak belajar. Banyak belajar bekerjasama, anak – anak juga banyak belajar menerima kekalahan dan belajar bagaimana berjuang untuk suatu kemenangan anak – anak itu perlu usaha.
Memperingati Kemerdekaan 17 Agustus sekaligus mengenang bagaimana pahlawan Kemerdekaan memperoleh kemenangan di tahun 1945. Sehingga ada perjuangan yang dirasakan oleh para pahlawan pada waktu itu, juga dirasakan oleh anak – anak binaan Yayasan sekarang.
“Terkait juga dengan tema yang kami usung di kegiatan ini adalah, ‘Generasi Penerus Generasi yang cinta negerinya’. Kata Ida widyawati.
Jadi, setiap belajar itu mereka juga harus tau bagaimana kelanjutan mempertahankan kemerdekaan, dengan terus belajar agar meraih masa depan yang lebih baik sebagai generasi penerus yang benar – benar mencintai negaranya yaitu negara Republik Indonesia.
Lomba yang diadakan setahun sekali ini sudah menjadi tradisi di seluruh lapisan masyarakat. Dan juga di YDK-JT bahkan anak – anak yatim, piatu, dan duafa binaan sangat antusias menunggu acara ini yang hanya momen setahun sekali. Karena mungkin dirasakan ada suatu kemenangan yang akan diraih.
Karena kemenangan adalah suatu kebanggaan buat mereka. Walaupun itu hanya sekedar lomba tapi itu suatu penghargaan buat diri mereka. Jadi, mereka sangat antusias sehingga kami memberikan informasi ini keseluruhan masyarakat khususnya para donatur yang sudah rutin berbagi ke Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur dan juga aparat, masyarakat, rt, rw setempat pun ikut mendukung kegiatan ini.
“Yang sangat berperan dalam partisipasi membantu kegiatan ini adalah khususnya donatur yang mulia hatinya, dermawan, yang menyisihkan sebagian hartanya sehingga kegiatan lomba ini bisa berjalan dengan baik.”
Harapan juga disampaikan Ida Widyawati S.M “dan mudah – mudahan kami doakan juga mungkin dari anak – anak binaan kami, semua para donatur, semua masyarakat yang telah membantu kegiatan ini diberi kesehatan, rizki yang banyak dan barokah sekeluarganya, senantiasa sakinah mawadah warahmah.”
Tentang kesulitan pada saat proses lomba, menurut Ida Widyawati “tergantung dari sudut pandang orang, bagaimana kalo secara pribadi kesulitannya adalah menyatukan tim panitia. Dimana sahabat milenial masih proses belajar. Jadi, hanya sekedar itu sehingga ketika masing – masing personal tim panitia itu kurang sigap sebagai panitia, sehingga berdampak pada kelancaran kegiatan.”
Menurutnya, secara pribadi tidak terlalu berdampak pada kegiatan ini, karena dari proses belajar ini kami sebagai tim panitia.
Ada sepuluh permainan lomba yang diadakan di YDK-JT antara lain adalah : masukkan pensil dalam botol, lomba kelereng, masukan bendera kedalam botol, masukan benang dalam jarum, estafet tepung, lomba Tahfiz, lomba mewarnai, lomba makan kerupuk, lomba ambil koin dalam semangka, lomba ambil belut, lomba berebut kursi, dan marathon.
Acara lomba berlangsung meriah, gemuruh tawa menyaksikan anak – anak binaan YDK-JT peserta lomba tidak dapat ditahan. Karena ada hal yang lucu saat mereka berkompetisi mengikuti lomba. Selain karena mereka harus fokus pada penyelesaian lomba yang harus diselesaikan sampai batas tenggang waktu.
Sesi lomba berakhir, tinggal mengumumkan hasil pemenang lomba Agustusan YDK-JT tahun 2024. Karena ada beberapa peserta lomba menang juara satu dapat hadiah, itupun pesertanya mengikuti cabang lomba lainnya.
Bagi peserta yang tidak menang juara lomba, tetap mendapatkan door prize atas upaya mereka berjuang mengikuti lomba. Terdiri anak yatim, piatu, duafa, seramai limapuluh peserta anak, yang seluruhnya merupakan anak – anak binaan yang tinggal di asrama Istana Yatim Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur dan dilingkungan yayasan.
(Rizki Traka)